Langsung ke konten utama

Postingan

ORGANISASI PROFESI KEGURUAN

 KONSEP ORGANISASI KEGURUAN  Di dalam perkembangannya, organisasi profesi guru/kependidikan telah banyak mengalami diferensiasi dan diversifikasi. Hal ini sejalan dengan terjadinya diferensiasi dan diversifikasi profesi kependidikan. Sebagaimana dinyatakan dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat (6) bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan,”  Kelahiran suatu organisasi keprofesian tidak terlepas dari perkembangan jenis bidang pekerjaan yang bersangkutan, karena organisasi tersebut pada dasarnya dan lazimnya dan dapat terbentuk atas prakarsa dari pengemban bidang pekerjaan tadi. Beberapa organisasi profesi kependidikan di indonesia, disamping PGRI, yang sudah rilatif berkembang pesat diantaranya Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). Organisasi ini bera...

KODE ETIK PROFESI KEGURUAN

 Sabtu Seperti halnya profesi-profesi yang lain, profesi guru juga memiliki kode etik yang harus ditaati. Lahirnya undang-undang RI no.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, merupakan tonggak yang bersejarah dalam proses perkembangan guru di Indonesia, sebab undang-undang telah memberikan pengakuan formal kepada guru Indonesia sebagai jabatan profesional. Sebagai guru profesional, guru dalam bekerja dan melaksanakan tugasnya berdasarkan kode etik yang disusun dan dikembangkan oleh organisasi profesinya, dalam hal ini PGRI. Hal ini sejalan dengan bab IV pasal 43 ayat 1 undang-undang RI no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang menyatakan bahwa untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan dan martabat guru dalam pelaksanaan tugas keprofesiaannya, organisasi profesi guru membentuk kode etik. Dalam rangka menegakan kode etik guru Indonesia, pembentukan dewan kehormatan guru Indonesia oleh PGRI adalah merupakan suatu keharusan. Sehingga dengan demikian dalam pelaksanaannya kode etik guru...

PENGERTIAN DAN SYARAT PROFESI KEGURUAN

  Pengertian dan syarat profesi keguruan  Perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan budaya serta profesi keguruan sering kali dihadapkan pada suatu dilema. Disatu pihak, penggunaan jasa kependidikan menuntut kualitas dan kuantitas pendidikan, tetapi disisi lain pemandang profesi kependidikan dihadapkan kepada keterbatasan individu. terkadang profesi keguruan disalah artikan oleh kelompok tertentu untuk mendapatkan keuntungan baik lahir maupun batin seperti yang sering kita lihat, kita dengar dan kita baca di media sering sekali terdapat kasus yang seharusnya tidak dilakukan oleh penyandang profesi keguruan.  Profesi keguruan adalah jenis pekerjaan atau karir yang melibatkan pengajaran, pembimbingan, dan pendidikan siswa dalam berbagai aspek akademik, sosial, dan pribadi. Guru atau pendidik memiliki tanggung jawab untuk memberikan materi pelajaran, membimbing perkembangan siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif.   Syarat-Syarat Profesi Guru  Dar...

RUANG LINGKUP PROFESI KEGURUAN

  Ruang lingkup Profesi keguruan      Profesi guru pada saat ini masih banyak di bicarakan orang, atau masih saja di pertanyakan orang, baik di kalangan para pakar pendidikan maupun di luar pakar pendidikan. Bahkan selama beberapa tahun terakhir ini hampir setiap hari, media massa memuat berita tentang guru. Ironisnya berita-berita tersebut banyak yang cenderung melecehkan posisi guru.      Masyarakat/orang tua murid pun kadang-kadang mencemooh dan menuding guru tidak kompeten, tidak berkualitas, dan sebagainya, manakala putra/putrinya tidak bisa menyelesaikan persoalan yang ia hadapi sendiri atau mempunyai kemampuan yang tidak sesuai dengan kemampuannya.      Sikap dan perilaku masarakat tersebut memang bukan tanpa alasan, karena memang ada sebagian kecil oknum guru yang melanggar/ atau menyimpang dari kode etiknya. Anehnya lagi kesalahan sekecil apapun yang diperbuat guru mengundang reaksi yang begitu hebat di masyarakat. Hal ini...

INTEGRAL TAK WAJAR

       Halo teman teman sampai sudah kita di penghujung pembahasan kalkulus 2. Pada pembahasan kali ini kita sudah masuk pada integral tak wajar. Teman teman sudah tau belum apa itu integral tak wajar?, Ada yang pernah bilangan bahwa integral yang wajar aja masih susah apalagi yang tak wajar. Tetapi  sebenarnya ada konsepnya integral tak wajar sama saja dengan integral wajar. Hanya saja batas batas pengintegralannya yang berbeda.      Sebelum menyelesaikan integral tak wajar alangkah baiknya kita mempelajari dulu tentang limit bentuk tak tentu. Nah, dalam menyelesaikan limit bentuk tak tentu ini diperlukan pemahaman tentang aturan I'Hopital. Jika teman teman masi bingung denga aturan l'Hopital ini, silahkan teman teman buka kembali buku kalkulus pokok bahasan tak tentu silahkan lihat bagaimana aturan i'Hopital bekerja pada berikut ini. Dalam buku kalkulus dan Geometri analisis ada tiga macam integral tak wajar yaitu: 1. Integral Tak Wajar jenis pe...

VOLUME BENDA PUTAR PART 2

 Metode Kulit Silinder      Halo teman teman pada pembahasan kali ini kita akan melajutkaan materi volume benda putar, sekarang kita akan membahas masalah volume benda putar pada metode kulit silinder. Supaya lebih paham dengan materi kali ini, silahkan teman teman simak penjelasan dibawah ini! Metode kulit silinder sebagai alternatif lain dalam perhitungan volume benda putar yang mungkin lebih mudah  diterapkan bila kita bandingkan dengan metode cakram atau metode cincin. Bendda putar yang terjadi dapat dipandang sebagai tabung dengan jari jari kulit luar dan dalamnya berbeda, maka volume yang akan dihitung adalah volume dari kulit tabung.  Pada tabung dengan jari jari kulit dalam dan kulit luar berturut turut  r1 dan r2, tinggi tabung h. Maka volume kulit tabung adalah: Bila dengan yang dibatasi oleh y = f(x), y = 0,x = a,x = b diputar mengelilingi sumbu -y, maka kita dapat memandang bahwa jari jari r = x dan segitiga r = segitiga x dan tinggi tabung...

INTEGRAL VOLUME BENDA PUTAR

          Halo teman teman semua kali ini kita akan membahasan materi tentang VOLUME BENDA PUTAR. Volume benda putar disini maksudnya suatu daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva kemudian diputar terhadap suatu garis tertentu yang biasanya diputar membakar sumbu  X atau sumbu Y dengan satu putaran penuh yaitu 360 derajat. Berikut ilustrasi volume benda putar menggunakan integral dengan memutar suatu daerah mengelilingi sumbu X seperti gambar berikut ini: Dari gambar ilustrasi diatas, gambar daerah pertama berupa lingkaran diputar mengelilingi sumbu X sehingga terbentuk bangun ruang kerucut, dan gambar daerah kedua berupa setengah lingkaran diputar mengelilingi sumbu X sehingga terbentuk bangun ruang bola. Volume Benda Putar Mengelilingi Sumbu X perhatikan gambar berikut: Contoh Soal! Tentukan volume benda putar yang terjadi jika bidang datar yang dibatasi oleh kurva y = x, sumbu x, dan garis x = a diputar mengelilingi sumbu X sejauh 360 derajat? Pen...